Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2026

Dialektika Epistemologis dengan Prof. Ahimsa-Putra: "Membangun Batas Etis"

Gambar
  Untuk memperdalam analisis, saya akhirnya berdialog dengan Prof. HS. Ahimsa-Putra dari Fakultas Ilmu Budaya UGM, seorang akademisi yang dikenal luas dalam kajian budaya, epistemologi, dan antropologi intepretatif. Percakapan kami mengerucut pada posisi ilmu pengetahuan, kebenaran, dan maraknya wacana "kebenaran relatif" di masyarakat modern.  Disinilah saya mengajukan pertanyaan-pertanyaan kritis: "Prof, bagaimana dengan "tren kebenaran relatif" yang akhir-akhir ini sering dipakai di masyarakat? Kenapa praktiknya lebih sering menjadi alat retorika untuk menolak kritik, melegitimasi tindakan pribadi, bahkan alibi hanya untuk menghindar dari tanggung jawab dan strategi membingungkan lawan bicara?"   Prof. Ahimsa-Putra kemudian menegaskan dengan tegas yang menurut saya sangat penting, bahwa: “Ilmu adalah cahaya penuntun manusia, bukan alat untuk mengendarai manusia dan memperdaya manusia”. Beliau menambahkan kebijaksanaan dalam keilmuan lagi, bahwa: "I...

Waspada Penipuan

Gambar
Pahami ucapan saya ini "character is more important than brand" atau "character over brand" , bahwa lebih perdulilah dengan karaktermu (intrinsic value)  daripada reputasimu. Karena karaktermu adalah "siapa kamu sebenarnya" sedangkan reputasi hanya apa yang "orang lain pikirkan tentangmu".