Postingan

Pembohong Jangan Diberi Ruang Publik

Gambar
Awalan dari saya. Jika ada yang kau tutup-tutupi, lalu semua orang mengetahuinya sendiri, percayalah kamu tak ada integritas sama sekali. Yang diperbesar itu hati bukan kepala, yang diperkuat itu tekad bukan alasan, yang diturunkan itu ego bukan harga diri, yang diperbaiki itu cara bersikap bukan cara berbohong. Pembohong itu, sampai kapanpun tetap pembohong. Orang tipe kayak gini itu hanya mencari-cari alasan, ngutak atik kata narasi dg kebenaran relatif, dan terus menerus mengulur waktu untuk menutupi kebobrokannya.  "Jubah kebenaran relatif". Miris. Ditengah zaman informasi modern hari ini, menggunakan kata2 luhur untuk memperangkap orang dan meresikokan orang lain untuk menjalankan keinginannya. Bahkan urusan problem duit dia sendiri, sudah mulai menggunakan orang lain. Katanya barter job, tapi job-nya gak ada yg beres.  Keterbukaan zaman informasi, kebohongan malah semakin mudah mendapatkan ruang publik. Bukan sekedar kebohongan biasa tapi manipulasi kebohongan yg diseli...

Siapa Obyek Makan Siang Gratis?

Gambar
  Tentang program makan bergizi gratis ini saya jadi teringat ucapan Joss Whedon (Producer, Screenwriter), yaitu: “Humor membuat kita tetap hidup. Humor dan makanan. Jangan lupakan makanan. Kamu bisa pergi seminggu tanpa tertawa, tapi tidak bisa tanpa makanan”. Harus diakui bahwa dalam kehidupan kita, makanan memiliki peran bentuk kenyamanan yang paling primitif. Saat orang kenyang, umumnya akan diakhiri dengan pembicaraan yang baik, pembicaraan yang produktif. Ini sebabnya katanya makanan bagi pemerintahan Prabowo saat ini menjadi simbol cinta, keberpihakan, dan keadilan bagi semua rakyat khususnya rakyat kecil, ketika ditengah janji-janji, wacana-wacana dan kata-kata manis yang tidaklah memadai. Saya melihat, program MBG (Makan Siang Gratis) seyogyanya dilaksanakan lebih selektif, khususnya bagi para penerima manfaat yang terfokus. Pertanyaannya, siapa sesungguhnya obyek penerima makan siang gratis ini? Datanya dimana-mana kok sulit sekali njedul . Kenapa ini penting? Hal ini te...

Quo Vadis PPN 12%

Gambar
  Nyalalah nyali. Keadilan adalah kebenaran dalam tindakan. Hari ini keadilan akan makin sukar, jika kita diam saja dalam kepastian hukum. Negara ini adalah negara hukum, dan negara hukum tidak boleh tegak berpihak pada yang titip proyek/kasus apalagi pada yang bayar. Pajak adalah instrument demokrasi, maksudnya yang berasal dari rakyat ya harusnya Kembali ke rakyat. Logika linier semacam ini seharusnya begitu cara merumuskan kebijakan fiskal, sehingga ada mutual trust dalam kebijakan spending policy yang akan dilaksanakan. Intinya harus berkonten: “berkualitas, adil, dan merata”. Yang membuat polemik Masyarakat saat ini adalah “kenapa sabun, sampo, dan sejenisnya” juga terkena dampak tarif PPN 12%, padahal ini bukan barang mewah? Maka “lumrah” jika muncul petisi menolak kenaikan PPN 12%. Kejutan pemerintah masa jabatan baru + akhir tahun ini ada banyak. Satu, urusan PPN 12%. Dua, RUU tax amnesty atau pengampunan pajak yang sudah digodok di legislasi 2025. Ini jelas akan menja...

Shadow Boxing Politik Jokowi

Gambar
  Saya setuju dengan ungkapan Gusdur: “Tidak ada jabatan yang perlu dipertahankan mati-matian”.   Hal yang perlu dicatat untuk kasus politik akhir-akhir ini. Seyogyanya sebuah perjuangan politik tidak semata berpijak pada perebutan kekuasaan. Tetapi harus lebih kuat dipengaruhi oleh keadilan, pola pikir, kaidah-kaidah, dan keberpihakan pemerataan konkret kepada rakyat. Semua ada batasnya, karena kekuasaan yang langgeng adalah kekuasaan rakyat, dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa. Baron de Montesquieu mengatakan bahwa “It is necessary from the very nature of things that power should be a check to power”. Situasi panas dan akhirnya jadi bola liar ini dipercaya publik bermula dari ucapan  Megawati mengatakan tanpa dukungan partainya, Jokowi tidak akan mencapai posisinya saat ini “…Pak Jokowi kalau enggak ada PDIP juga, aduh, kasihan dah…”. Beberapa pengamat mengatakan bahwa sikap tegas PDIP saat ini terhitung sudah terlambat. Popularitas Jokowi dilihat ...

Idul Fitri, War Takjil, dan Berstrategi Keberagaman Kolektif Pluralisme

Gambar
  Dicek saja ya, orang yang minim toleransi dan suka naratif fitnah dhobos  pasti hidupnya sering dalam lingkungan yang homogen stuck yang begitu-begitu saja circle dramanya sehingga “gagap keberagaman dan pluralisme”. Realitasnya seorang bijak harus pemikiran terbuka dan berkomitmen mau menerima segala bentuk perbedaan pandangan di lingkungannya sebagai kekayaan. Kenapa? Karena keseragaman pikiran dan pemikiran adalah sungguh-sungguh memiskinkan kemanusiaan. Sama halnya dengan momentum Idul Fitri, War Takjil, dan berstrategi keberagaman kolektif pluralisme, bahwa seharusnya idul fitri dan mudik lebaran bisa menjadi wasilah kita menaikkan indeks kebahagiaan orang-orang dalam beragama, bukan malah saling caci, dengki dan saling benci. Peran agama memangnya penting? Sangat penting, bahkan peran agama jelas sangat sentral. Data dari Varkey Foundation saja yang berjudul “Generation Z: Global Citizen Survey, 2017” menunjukkan bahwa tak kurang dari 93% dari generasi Z (usia 15-21 ...

Waton Suloyo, HB Politik Dhobos

Gambar
  Menulis di kala santai ya kebetulan ada roti dan teh hangat bikin moody untuk klik-klik nulis. Kebetulan ini hanya tulisan level daerah untuk mengisi waktu senggang. Ini menjadi penting manakala saya menjadi obyek-nya sehingga perlu belajar pola-pola berbahaya semacam ini agar tidak terulang, tegas katakan tidak, lebih waspada, dan cermat. Pada substansi ini k embali saya belajar tentang realitas olah puter-puter kata orang-orang Jawa, yang sentral pendidikan, sentral narasi, tapi sayang duh sayang jauh dari sentral aksi. Bungkus yang digunakan sosial budaya, namun tindakannya Politis. Semoga menjadi sebuah referensi belajar kita bersama. Manner karakter etnis kedaerahan yang positif perlu diambil, negatif merugikan orang lain segera dibuang jauh-jauh. Sehingga tidak bersembunyi dari kata-kata tanpa aksi.  Agar relevan dengan pembelajaran hari ini, saya buat klue pembuka sebagai berikut: "Seng jenenge alas iku ombo, opo meneh dhobos kui luweh ombo meneh, sak dulur karo jark...

Pemimpin Masa Depan

Gambar
  Saya setuju, usia terlalu ringkas dilewatkan tanpa melakukan perubahan. Seorang pemimpin itu menumbuhkan diri, memberikan contoh konkret, berkapasitas mensejahterakan umat, tidak takut dengan kompetisi, paham the art of war book of strategy,  tetap jernih dengan berpihak kepada yang kecil, dan tidak mudah menyerah dengan kemunafikan. Membangun keadilan harus obyektif, jangan mempertemukan hukum dengan transaksi sehingga hukum hanya tegak kepada yang bayar (industri hukum). Itulah penting tegasnya keberpihakan.  Ada pepatah China yang mengatakan bahwa "segala sesuatu akan menuju ke kebalikannya jika telah mencapai titik ekstrim, segala sesuatu yang berkembang sampai puncaknya pasti berbalik ke arah lawannya". Masyarakat kita sangat heterogen dengan negara kepulauan yang sangatlah luas. Kita membutuhkan pemimpin masa depan dengan jangkauan pikir, pengetahuan, keilmuan, aspek keagamaan, tradisi, budaya, kebangsaan dan aspek karya internasional lainnya yang komprehensif. Ap...