Data Blindness di Era Post-Truth (Kebenaran Relatif)
Kalau kita bicara data, ada banyak hal yang harus digaris bawahi. Bagi saya data hanya preambule saja. Ini hanya input awal. Yang berbahaya saat mengolah itu menjadi output . Nah ini, alat-alat canggih/ jahat kadang menghilangkan etika dan moralitas. Orang yang selalu bicara moralitas tidak menjamin dan menjadikannya bermoral. Poinnya adalah kebohongan bisa menutupi kebenaran, tapi tidak menghilangkannya. Semua hanya masalah waktu, hingga kebenaran terungkap. Yakinlah, seberapapun cepat kebohongan itu berlari, namun kebenaran akan mengejarnya juga. Di era post-truth (kebenaran relatif) yang serba aneh ini, berkompetisi "tidak lagi" semata-mata ditentukan oleh "kualitas intrinsic value sesungguhnya", melainkan lebih oleh kemampuan cangkeman dan narasi untuk: (1) menciptakan "narasi yang terasa benar" bagi target segmen ttt; (2) memanfaatkan "pergeseran fokus" dari value proposition rasional menuju "emotional proposition" yang memba...