Untuk memperdalam analisis, saya akhirnya berdialog dengan Prof. HS. Ahimsa-Putra dari Fakultas Ilmu Budaya UGM, seorang akademisi yang dikenal luas dalam kajian budaya, epistemologi, dan antropologi intepretatif. Percakapan kami mengerucut pada posisi ilmu pengetahuan, kebenaran, dan maraknya wacana "kebenaran relatif" di masyarakat modern. Disinilah saya mengajukan pertanyaan-pertanyaan kritis: "Prof, bagaimana dengan "tren kebenaran relatif" yang akhir-akhir ini sering dipakai di masyarakat? Kenapa praktiknya lebih sering menjadi alat retorika untuk menolak kritik, melegitimasi tindakan pribadi, bahkan alibi hanya untuk menghindar dari tanggung jawab dan strategi membingungkan lawan bicara?" Prof. Ahimsa-Putra kemudian menegaskan dengan tegas yang menurut saya sangat penting, bahwa: “Ilmu adalah cahaya penuntun manusia, bukan alat untuk mengendarai manusia dan memperdaya manusia”. Beliau menambahkan kebijaksanaan dalam keilmuan lagi, bahwa: "I...
Dibawah pemimpin yang baik, anak buah bodoh pun ada gunanya. Tapi di bawah pemimpin yang bodoh, pasukan terbaik pun akan kocar-kacir...(Preman Pensiun)
Kalau kita bicara data, ada banyak hal yang harus digaris bawahi. Bagi saya data hanya preambule saja. Ini hanya input awal. Yang berbahaya saat mengolah itu menjadi output . Nah ini, alat-alat canggih dipakai jahat kadang menghilangkan etika dan moralitas. Orang yang selalu bicara moralitas tidak menjamin dan menjadikannya bermoral. Poinnya adalah kebohongan bisa menutupi kebenaran, tapi tidak menghilangkannya. Semua hanya masalah waktu, hingga kebenaran terungkap. Yakinlah, seberapapun cepat kebohongan itu berlari, namun kebenaran akan mengejarnya juga. Negara maju semakin kuat dengan data literacy, apalagi kondisi data literacy ini diperdalam kepada skop membentuk kebenaran. Data blindness buta data itu adalah sebuah keterasingan dan ketidakpahaman seseorang didalam membaca makna yang terkandung dibalik data. Sebelum ada judgement , kita harus paham “story behind the data” . Resikonya kalau tidak tahu? Kebenaran yang disajikan, angka yang disajikan, dan kebijakan yang diam...
Komentar
Posting Komentar