Postingan

Sel Kanker Radikalisme?

Gambar
Saya kadang bingung juga ya tentang pengemisnya seseorang dg kekuasaan. Kolot malah bagi saya menawarkan idealisme yg dibeli. Harusnya dia sadar, bahwa kematangan itu sebuah proses hidup. Dan hati-hati pada satu hal, tentang seni menggambar tanpa sebuah penghapus. Yes, seni menggambar tanpa sebuah penghapus. Ya, cukup kita2 saja yg paham 'bahasa2' seperti itu. Saya melihat, sudah waktunya berhenti bersikap kekanak-kanakan, kalau berani ya gentle saja. Head to head ketemu, silahkan muncul didepan muka lempar-lemparan pisau, dialog bermusyawarah. Bukannya malah main belakang, beretorika dalam logika pribadi ttg rasa was-was serta curiga tak matang dan terkesan seperti anak kecil. Hati-hati lho, kebanyakan nyinyir tanpa data tak pelaknya kamu sendiri ternyata Sengkuninya. Kita tidak bisa semena2 menyebut orang yang tidak setuju dengan pendapat kita sebagai ekstrimisme/ radikalisme. Kecuali untuk kasus JAD 10 Oktober 2019 yang menimpa Wiranto, Menkopolhukam, di Pandeglang, B...

Menggambar Kabinet

Gambar
Saya melihat tidak ada jalan yang benar-benar buntu tanpa arah. Karena kita jelas-jelas masih bisa berbalik, bertanya dan berkonsultasi untuk jalan yang lain. Yang menyebabkan kita “stuck” buntu pikir adalah sikap kita, yang mudah menyerah, dan malas berusaha. Inilah sebenar-benarnya akar dari segala kegagalan. Tentang Kabinet. Beda Presiden, beda waktu, memang beda gaya. Dimunculkannya beberapa sosok. Komposisi Kabinet Jokowi-Ma’ruf Amin sudah mulai tergambar. Dan itu (dari sejumlah sosok2 itu), tentu “tergambarkan” komposisi Kabinet mendatang. Saya melihat beberapa daftar masalah dan kendala. Gerinda yang diluar pintu, eh tiba2 muncul masuk dalam barisan pemerintahan. Saya fikir harus ada pemastian, bahwa koalisi pemerintah yang semakin gemuk harus tetap efektif. Ini jelas ada perluasan anggota koalisi, dan Kabinet akan diisi sejumlah wajah2 muda baru yang dikenal biasanya di dunia bisnis dan industri kreatif. Untuk hal-hal perluasan anggota koalisi, menandakan kuatnya kompr...

Harus Disadari Bahwa Prioritas Memperkuat Daya Saing

Gambar
Ada yang mengatakan ke saya, cara mencapai daya saing pribadi adalah bekerjalah yang keras sampai idola dan mentor anda menjadi pesaing anda. Pastikan, anda seratus langkah lebih maju dibandingkan mereka. Disadari atau tidak disadari kita punya banyak PR masalah, yaitu ekonomi dunia sedang tidak pasti, ini membuat kita harus waspada. Kita harus waspada. Peningkatan sumber daya manusia tanpa diimbangi denga penciptaan lapangan kerja malah akan menjadi masalah baru. APINDO malah melihat ada tren ketidakseimbangan antara penciptaan lapangan kerja dengan jumlah angkatan kerja baru 15 tahun terakhir. Penambahan lapangan kerja tidak sebanyak tenaga kerja baru. Persoalan lainnya, soal tidak sesuainya latar belakang pendidikan dengan kompetensi calon tenaga kerja di lapangan kerja. Kedepan harus clear dan jelas dong. Peningkatan kualitas SDM harus diikuti dengan dinamika kebutuhan lapangan kerjanya. Kenapa seperti itu? Karena masalah kualitas SDM “sudah bertahun-tahun disuarakan”. Ba...

Ini Dua Fase Yang Kita Hadapi

Gambar
Saya setuju dengan kalimat ini “competition makes us faster, but collaboration makes us better”. Bahwa kompetisi mungkin bisa membuat kita bergerak lebih cepat, tapi kolaborasi membuat kita bisa berjalan lebih baik. Ini pilihan sih ya, namun sebenarnya dua hal ini bisa digunakan bersamaan. Semua kembali ke kemauan masing-masing tim atau orang-orangnya saja. Mau apa enggak?! Yes. Kita saat ini dihadapkan dalam kondisi ekonomi global yang saling mendesak. Walaupun ternyata efek volatilitas tinggi ini tidak begitu2 berdampak signifikan terhadap ekonomi nasional Indonesia kita saat ini. Tapi bukan berarti kita tidak antisipasi kan ya?! Harus tetap waspada pada segala hal. Indonesia, kalau saya memisalkan itu masuk dalam 2 fase pilihan yang punya dampak masing2. Apa saja itu? (a) fase fluktuasi, dan (b) fase konsolidasi. Fase fluktuasi ini sudah terjadi pada Semester I-2019 kemaren, yaitu Januari-Juni 2019 yang mana hal yang harus dilakukan pemerintah Indonesia adalah “pengetatan...

Hindari Bisnis Lobster Budidaya, Disamping Ini Tidak Efisien Ini Akan Jadi Sindikat Baru Pasar Gelap

Gambar
Hidup ya realistis saja, memperjuangkan ideologi dan metodologi haruslah realistis (terbuka dengan pengembangan dan probabilitas). Bukan malah harga mati. Tentang bisnis lobster budidaya kalau bisa memang jangan ngeyel dilakukan. Cukup sebatas lobster tangkap laut. Kenapa seperti itu? Bukti temuan lapangan menunjukkan bahwa penangkaran dijadikan modus penyelundupan benur lobster “ke luar negeri”. Demand benih untuk riset oleh negara tetangga itu ditengarai hanya modus untuk mengambil benur lobster dari perairan Indonesia. Budidaya lobster yang ada saat ini hanya sebatas pembesaran, belum pembenihan. Di dunia belum ada yang berhasil mengembangkan pembenihan lobster. Kalaupun dipaksa tetap lobster budidaya, maka biayanya akan melompat tinggi sekali. Jika lobster budidaya tetap dilegalkan, maka akan membuka celah sindikat penyelundupan kembali (menyelundupkan bibit2 lobster seperti dulu lagi). Buktinya apa/ pernah dicek di lapangan, ternyata yang katanya riset nyatanya bohong2...

Bangunan NKRI Pasca-Pemilu

Gambar
Bagaimana cara mengokohkan bangunan NKRI? (a) pastikan Republik kita makin 'bersih' dari KKN, (b) pastikan daya saing tinggi dibandingkan negara lain, (c) pastikan kabinet diisi orang2 yang tepat, tidak terpasung jabatan2 strategis dengan politisi2 transaksional. Karena kerja mereka hanya di momen pemilu, bukan di momen real/nyata di lapangan. Ini memang konsekuensi demokrasi (demokrasi atau democrazzy ya?). Panggung tersedia bagi siapapun yang memenuhi administrasi untuk terlibat. Dari dinamika ke dinamika lain, generasi baru akan terlahir. Generasi 'robot bayaran' atau generasi negarawan. Orang2 kayak gini tadinya tidak dikenal luas, berkat panggung politik mereka dikenal luas. Tentu kita paham, memang mereka yang terkenal tapi kita kan gak pernah tahu siapa pengontrol mereka dibalik layar? Cukup diketahui, yang sakti itu ya orang di belakang layar itu. Bukan orang yang dibranding sebagai public figure. Alasan orang menjatuhkan pilihan juga sebenarnya caranya s...

People Power Yang Sumbang Yang Tak Ayal Seperti Suara Bebek Ngoceh

Gambar
Jelas sebenarnya, bahwa demokrasi itu ya people power. Lalu apa hubungannya yang dibicarakan oleh Amien Rais? Hubungannya hanya di asal njeplak (ngomong) dan ngolak-ngalik kata saja. Tujuannya satu. Bikin gaduh! Dislokasi people power menjadi bergeser sehingga mengisyaratkan masyarakat untuk bergerak dan melakukan perlawanan. Jelas sebuah kesalahan vatal yang besar. Kenapa? Karena seharusnya terminologi people power itu sama dengan popular control, yakni kontrol publik yang mengacu pada seluruh siklus pemerintahan yang taat administratif. Sehingga ini menjadi linier (berkorelasi positif) seperti yang dimaksut oleh Abraham Lincoln, yakni "dari, oleh dan untuk rakyat!". Demokrasi itu artikulasi kedaulatan rakyat. Jangan didislokasikan. Kita harus kritis menanggapi konteks2 sensitif yang bikin gaduh seperti ini. Pesta yang seharusnya mencari kesejatian pemimpin Indonesia malah dicoreng langsung dengan kegaduhan. Ini menjadi serius, karena yang ngomong bukan lagi kapasit...